(polinomial) nilai suku banyak

NAMA : MAYA

KELAS : Xl MIPA 3

Suku banyak atau polinomial merupakan bentuk aljabar yang memuat suatu variabel. Oleh karena itu, suku banyak bisa kita tulis dalam bentuk fungsi dari variabelnya. Misalnya, suku banyak dengan variabel x dapat kita tulis sebagai fungsi dari x (f(x)).

Selain f(x), fungsi suku banyak juga bisa dinyatakan dengan S(x) yang menyatakan fungsi suku banyak dengan variabel x, atau P(x) yang menunjukkan fungsi polinom suku banyak dalam variabel x.

Syarat Polinomial
Terdapat juga beberapa syarat sehingga sebuah persamaan bisa disebut sebagai ‘polinomial’, diantaranya ialah sebagai berikut:

•Variabel tidak boleh mempunyai pangkat pecahan atau negatif.
•Variabel tidak boleh masuk dalam sebuah persamaan trigonometri.


Nilai Polinomial
Nilai polinomial f(x) untuk x=k atau f(k) dapat kita cari dengan menggunakan metode substitusi atau dengan skema Horner. Berikut rinciannya:

Cara subtitusi:
Dengan mensubtitusikan x = k ke dalam polinomial, sehingga akan menjadi:

f(x) = an kn + an-1 kn-1 + . . . + a1 k + a

Cara skema horner:
Sebagai contoh:
(f(k) = x3 + bx2 + cx + d maka: f(k) = ak3 + bk2 + ck + d
xa3 + bx2 + cx + d = (ak2 + bk + c)k+d
= ((ak + b)k + c)k+d


Pembagian polinomial

Secara umum, pembagian dalam polinomial dapat dituliskan seperti di bawah ini:

Rumus: f(x) = g(x) h(x) + s(x)

Keterangan:

f(x) merupakan suku banyak yang dibagi.
g(x) merupakan suku banyak pembagi.
h(x) merupakan suku banyak hasil bagi.
s (x) merupakan suku banyak sisa.

1. Metode Pembagian Biasa
Contohnya adalah jika 2×3 – 3×2 + x + 5 dibagi dengan 2×2 – x – 1

Rumus Pembagian Biasa
maka hasil bagi dan sisanya adalah hasil bagi = x-1 dan sisa = x+4

2. Metode Horner
Metode ini dipakai untuk pembagi yang berderajat 1 ataupun pembagi berderajat n yang bisa difaktorkan jadi pembagi-pembagi dengan derajat 1.

Langkah langkah :

1) Tulis koefisien dari polinomialnya → harus urut dari koefisien xn, xn – 1, … hingga konstanta (untuk variabel yang tidak memiliki koefisien, maka ditulis 0). Misalkan untuk 5×3 – 8, koefisien-koefisiennya adalah 5, 0, 0, dan -8

2) Untuk koefisien dengan derajat tertinggi P(x) ≠ 1, hasil baginya harus dibagi dengan koefisien derajat tertinggi P(x)

3) Jika pembagi dapat difaktorkan menjadi

P1 dan P2, maka S(x) = P1 × S2 + S1
P1, P2, P3, maka S(x) = P1×P2×S3 + P1×S2 + S1
P1, P2, P3, P4, maka S(x) = P1×P2×P3×S4 + P1×P2×S3 + P1×S2 + S1
dan seterusnya
Untuk lebih jelasnya, mari simak contoh berikut ini

Misalkan diketahui

F(x) = 2×3 – 3×2 + x + 5

P(x) = 2×2 – x – 1

Tentukan hasil bagi dan sisanya

Jawab :

F(x) = 2×3 – 3×2 + x + 5

P(x) = 2×2 – x – 1 = (2x + 1)(x – 1)

Sehingga p1 : (2x + 1) = 0 -> x = -1/2 dan p2 : (x – 1) = 0 -> x = 1

Kemudian langkah hornernya ditunjukkan pada gambar berikut

Jadi, diperoleh hasil dan sisanya sebagai berikut:
H(x) = x-1
S(x) = P1×S2 + S1 = x + 4

Contoh soal polinomial 1

Contoh soal polinomial 2

SEKIAN TERIMAKASIH DARI SAYA IBU..


Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai